Cerita Bang Luhut tentang (Kopi) Jokowi

By  |  0 Comments
Presiden Joko Widodo Saat Menyeruput Kopi Yang Tentunya Kopi Indonesia (facebook Luhut Binsar Panjaitan)

Cerita ini datang dari Letnan Jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan. Luhut menceritakan soal kesahajaan Calon Presiden Petahana Joko Widodo dan soal pilihan kopinya.

Seiring berakhirnya proses pemilihan umum (pemilu) 2019, cerita ini menjadi sebuah kisah dibuang sayang seputar tokoh nasional Indonesia dan pilihannya pada kopi Indonesia. Berikut penuturan Luhut:

Sejak 12 tahun lalu saya kenal, Pak Jokowi seleranya tidak berubah. Dulu waktu Beliau Walikota Solo, saya yang pensiunan jenderal bintang empat ini, masih gagah, pengusaha pula, diajaknya makan di warung pinggir jalan Kota Solo. Sekarang Beliau Presiden, saya tetap diajak ke warung. Padahal di sepanjang hidup, saya melihat jabatan tinggi itu bisa mengubah orang.

Luhut saat ‘ngopi’ dengan Jokowi (facebook Luhut Binsar Panjaitan)

Banyak yang kadang-kadang menjadi lupa pada jati dirinya, bahkan sudah tidak menjadi dirinya lagi karena jabatan. Tapi ternyata tidak berlaku untuk Pak Joko Widodo. Mulai dari selera berpakaiannya sampai selera makannya tetap sederhana. 

Seperti kopi yang kami nikmati di Sentra Kuliner Sriwijaya Taman Trunojoyo Kota Malang semalam, kopinya saja yang seharga Rp 4.000 secangkir. Masih sedikit lebih tinggi harga secangkir kopi di Balige yang kami beli seharga Rp 7.000 tengah bulan ini.

Jokowi, Luhut dan Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 (facebook Luhut B Panjaitan)

Kalau ditanya kenapa, menurut saya Pak Jokowi tidak lupa bahwa dirinya berasal dari rakyat sehingga selalu senang berbaur dengan masyarakat. Belum tentu semua orang bisa seperti itu. Apalagi kalau sudah punya posisi setinggi Presiden RI.
.
.
.
Luhut Binsar Pandjaitan (facebook Luhut Binsar Panjaitan)

Leave a Reply

%d bloggers like this: