Khawatir Dihack BPN Prabowo-Sandi Input Data di Kedai Kopi

By  |  0 Comments

Dahulu banyak slogan atau pepatah, “tidak ada yang lebih nyaman dari warung kopi.” Warung kopi digambarkan sebagai tempat melepas penat, lelah dan bahkan menghilangkan galau sebelum kembali pulang ke rumah untuk bercengkerama bersama keluarga. Atau sebaliknya malah warung kopi adalah pilihan untuk tempat mampir sebelum berangkat beraktivitas atau ke tempat kerja.

Sekarang ini slogan tersebut malah menjadi meluas. “Tidak ada tempat lebih aman dari warung atau kedai kopi.” Mau buktinya? Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan mengaku sempat satu hari timnya melakukan input formulir C1 di Hotel Ambhara Jakarta, yakni pada hari-H pemungutan suara 17 April 2019.

Proses Rekapitulasi Awal Kubu 02 di Hotel Ambhara Jakarta, tribunnews

Namun, berikutnya lokasi input data form C1 dipindahkan ke beberapa tempat.

“Iya kemarin itu hanya satu hari saja. Malam selesai karena ingin mengetahui hitung cepat. Sekarang, kita ada di beberapa tempat untuk input C1,” jelasnya di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Selasa (23/4). Menurutnya, pemindahan lokasi tersebut untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan mengingat formulir C1 plano adalah hal yang krusial dalam penghitungan suara.

Hal serupa dikatakan oleh Koordinator Nasional Ruang Sandi, Dimas Akbar. Kata Dimas, tidak ada lokasi khusus untuk mengunggah formulir C1. Baginya, terlalu rawan diretas atau di-hack apabila lokasi mereka diketahui.

Kedai Kopi Dianggap Aman

Bagaimanapun, jelas Dimas, perihal pengunggahan data melalui sarana teknologi.

“Kami khawatir apabila data yang kami unggah ini di-hack. Jadi, memang tidak ada lokasi khusus.

Kita bisa saja upload di kedai kopi atau di tempat kerja para relawan. Bisa juga di rumah salah satu relawan,” kata dia.

Namun dia sedikit menceritakan, salah satu tempat untuk meng-input data formuilir C1 adalah di salah satu kedai kopi terkenal di Jakarta Selatan, yang telah dilakukan pada Senin malam, 22 April 2019.

Mereka menyewa satu ruangan khusus bagi tim untuk mengunggah data. Dari kedai satu ke kedai lainnya, merupakan hal yang biasa mereka sambangi hanya untuk memasukkan form C1.


“Biasa kami begitu. Semalam itu kami di …..(nama kedai kopi) di lantai dua, karena murah sekalian kami sewa. Sekarang kami tersebar di Jakarta, Banten, sama Depok,” jelas dia.

Menurutnya, sejauh ini sudah 13.700 data yang masuk berdasar pada foto formulir C1 yang dikirimkan oleh relawan dan saksi di lapangan melalui aplikasi WhatsApp serta call centre.

Hal itu menurut Dimas dilakukan mereka agar lebih memudahkan masyarakat untuk melapor. Dari Ruang Sandi, data juga akan masuk ke tim Badan Pemenangan Nasional (BPN). “BPN ini relawannya banyak. Kami hanya salah satu saja yang melapor ke mereka,” tegas Dimas.

Jadi buat masyarakat atau para pecinta kopi yang sedang berada di sebuah kedai kopi jangan terkejut kalau anda kehabisan tempat atau harus antri di sebuah kedai kopi karena fully booked maklum saja kedai kopi sekarang menjadi salah satu pilihan aman buat rekapitulasi suara hasil pemilu versi berbagai lembaga pemenangan capres dan cawapres. (berbagai sumber)

Leave a Reply

%d bloggers like this: