Kopi Lumpang Ala Cak Makroen

By  |  0 Comments

“Kopi di tangan kanan, lumpang (alat tumbuk tradisional) di tangan kiri. Ketika keduanya dipersatukan oleh ide sederhana dan cita-cita menggelora, maka terwujudlah kedai Kopi Lumpan,”. Baru memulai, dengan langkah kecil, dan disadari taklah mudah. Tapi demi sebuah cita-cita untuk menggelorakan minum kopi sehat plus menghidup-hidupi kopi asli Indonesia, Kopi Lumpang melangkah, melayani “penikmat kopi sejati”.

Kata-kata ini adalah kutipan langsung dari media sosial seorang penikmat dan coffee lovers Indonesia. Makroen Sanjaya namanya. Seorang jurnalis TV yang menjadi pimpinan sebuah televisi swasta nasional di Jakarta.

Nama Makroen sendiri bukanlah seorang pendatang baru di dunia F&B (food and beverages) Indonesia. Lelaki asal Jawa Timur ini memiliki dan meneglola sendiri jaringan restoran produk kuliner bebek “Bebek Royal’ yang tersebar di berbagai lokasi.

Cak Makroen, dia akrab dipanggil, belakangan menekuni segala sesuatu mengenai kopi. Mulai dari menjajal berbagai varian kopi nusantara, mencoba berbagai alat kopi, hingga mempelajari berbagai ilmu penyajian kopi (barista) dari mulai tingkatan dasar hingga lanjutan.

Cak Makroen yang semula hanya mengenali kopi untuk kepuasannya sendiri, belakangan mulai memperkenalkan kopi nikmat, kopi sehat ke lingkungan dan teman-temannya. “Menggelorakan minum kopi sehat,” kalau istilah Cak makroen.

Kini gerai “Kopi Lumpang” besutan Cak Makroen sudah dibuka bersinergi dengan kedai Bebek Royal di kawasan Taman Royal Tangerang Banten. Makroen artinya sudah memberanikan diri, “tercebur” jadi menjadi salah satu pelaku kopi nasional dengan segala idealismenya.

Selamat datang Cak Makroen dengan “Kopi Lumpang”nya. Welcome aboard.

Leave a Reply

%d bloggers like this: