Mimpi Si Pembuat Mesin Kopi

By  |  0 Comments

Saya berasal dari Banyuwangi Jawa Timur. Dimana di kabupaten ini merupakan salah satu daerah penghasil kopi. Saya berasal dari keluarga guru dan tidak ada latar belakang perkopian. Pada awalnya saya bukan seorang penikmat kopi dan sangat takut minum kopi. Karena pengetahuan kopi sangat minim tahunya Cuma kopi sachet yang bikin kembung. Sampai suatu ketika saya mendapat tugas mengasisteni bimbingan tugas akhir dari dosen saya dikampus. Dan, kebetulan salah satu alat yang dibuat adalah mesin kopi roasting. Dari situ belajar kopi saya dimulai.

img_20160804_210700

Faqih Dengan Kreasi Mesin Kopinya

Pernyataan ini dating dari Faqihuddin Rahmatullah seorang pemuda asal Banyuwangi yang kebetulan mempunyai kemampuan di bidang permesinan. Faqih membuat mesin dripping nya sendiri karena ingin menghadirkan kopi berkualitas dengan alat sederhana buatan anak bangsa.

Bagaimana proses Faqih mulai membuat mesinnya sendiri, berikut jurnal Faqih yang kami hadirkan buat para penikmat kopi dan coffee lovers Indonesia.

Pada awalnya saya hanya memasang progres pembuatan alat pada display picture blackberry messenger, sampai suatu hari senior saya bernama Kismadonna di Banyuwangi yang merupakan penggiat kopi menanyakan tentang alat yang saya jadikan display picture tersebut.

Kismadona  lalu menyuruh saya untuk membawa mesin tersebut ke Banyuwangi untuk dicoba disana dan dibantu saran untuk penyempurnaannya. Alatpun saya bawa ke Banyuwangi dan saya bercerita banyak ke Kismadona bahwa saya bukan peminum kopi dan sakit perut kalau minum kopi. Lalu saya di ajari bagaimana kopi yang baik dan cara menyeduhnya.

 Lalu saya dipertemukan dengan rekan Kismadona  yang ternyata Guru SD saya. Guru saya ini bernama Nidhom. Nidhom ternyata merupakan seorang tradisional roaster. Dari Nidhom saya banyak belajar. Dan Nidhom memotivasi saya agar terus mengembangkan kreatifitas saya dalam membuat alat-alat terutama pada bidang perkopian.

Saya pun kembali ke surabaya dengan banyak rasa penasaran akan bagaimana cara membuat alat seduh kopi. Sampai pada akhirnya saya mencoba mencari penjual alat-alat seduh kopi. Saya pun mulai membeli beberapa peralatan seperti mockapot manual hand grinder dan  V 60 dripper. Itu pun saya mencari yangg murah. Maklum anak rantau.

img_20160909_205908

Dari membuat Kettle

Saya mendapatkan kendala ketika mau menyeduh dengan V 60 karena belum punya kettle leher angsa. Saya mencoba berbagai cara untuk dapat menyeduh. Kemudian saya mencoba berkeliling di pasar loak di Surabaya siapa tau ada kettle leher angsa yang dibanderol murah, yang harganya dibawah Rp 100 ribu.

Akhirnya, bukan kettle yang saya dapat tapi ide usaha untuk menciptakan kettle yg murah dan ekonomis namun tidak mengurangi kerja dan fungsinya. Beberapa kettle pun berhasil saya jual.

Pikiran saya terus bergolak untuk mencari cara bagaimana membuat alat2 seduh yg murah namun dapat menghasilkan cita rasa kopi yg nikmat. Tujuannya agar semua orang yang ingin menikmati kopi tidak perlu keluar biaya mahal terutama untuk kaum kecil yang bermodal tipis.

Cold drip tower merupakan salah satu alat seduh cold brew yang relatif mahal bagi saya. Ini membuat saya terus mencari alat apa yang dapat saya kreasikan untuk bisa mengatasi masalah dana ini. Bergelut di project dosen menjadikan saya memperoleh banyak peluang untuk berkreasi. Saya menemukan sebuah alat uji bahan bakar yg tidak terpakai sejak awal pembelian karena kesalahan spesifikasi. Lalu saya pun menggunakannya untuk mecoba membuat alat tetes. Jujur alat ini terinspirasi dari alat coldbrew milik guru kopi saya di Banyuwangi namanyaEmir pemilik Geisha Coffee (dulunya Cafe In Cafe).

img_20160911_163635

Kreasi Cold Brew

Awalnya saya pernah mencoba bernagai cara membuat coldbrew. Mulai dari rendam sampai menaruh es batu diatas V60 rasa yang saya dapatkan sangat beragam. Sampai saya putuskan metode cold drip yang memang cocok dilidah saya. Dan terciptalah coldrip dari tabung uji bahan bakar ini.

Rasa yang dihasilkan sangat nikmat di lidah saya. Kopi pertama yang saya gunakan untuk uji adalah arabica bali Kintamani hasil roasting mokhabika. Saya masih ingin menyempurnakan lagi estetika dari cold drip yang saya ciptakan. Dan saya sudah menemukan pola dalam pembuatannya. Dan Insyaa Allah bahan yang akan saya pakai merupakan bahan yang  lolos food grade. Ini menunggu rejeki datang lagi untuk modal pembuatan.

img_20161004_164440

Selain cold drip saya juga sudah menyelesaikan beberapa desain alat-alat seduh kopi baik manual atau pun otomatis. Dan sebuah desain mesin espresso sudah hampir selesai saya rampungkan dan masih menunggu ketemunya orang penjual pompa tekanan tinggi yang berdimensi kecil.

Saya mempunyai ambisi besar untuk bisa membuat semua alat-alat seduh kopi yang kebanyakan semua berasal dari luar negeri dan berharga relatif mahal bagi pengusaha kecil. Banyak yg ingin mengkopikan Indonesia, namun ternyata metode termurah masih tubruk sedang metode lain alat-alatnya relatif mahal. Di indonesia banyak sekali hal yang dapat dikreasikan untuk menciptakan alat-alat seduh kopi yang ekonomis dan tetap bermutu tinggi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: