Monkey Coffee, Kedai Zero Sugar Tanpa Barista (1)

By  |  1 Comment

Bagi anda warga Tangerang Selatan Banten khususnya yang tinggal di seputaran Serua, Ciputat, Bintaro dan Pamulang, ada pemandangan berbeda jika anda melintasi kawasan Serua Ciputat tepatnya menuju arah perempatan Aria Putra-Serua-Jombang Ciputat.

Dari mulai sore hingga tengah malam anda dapat menemui sebuah kedai mungil di pinggir jalan yang di malam hari dihiasi dengan lampu kedap-kedip dan tata cahaya temaram di sudut lainnya.

mc6

Ya, ini memang sebuah kedai yang baru dibuka pertengahan Agustus lalu. Monkey Coffee namanya.

Kedai ini berdiri pada tanggal 21 Agustus 2016, tetapi menurut para pendirinya, tercetus ide dan memberikan nama Monkey Coffee sudah muncul di bulan Mei 2016.

Kenapa ya para foundernya memberi nama Monkey Coffee?

“Awalnya kita tidak terpikirkan untuk memberikan nama kedai kami dengan nama hewan (monkey, monyet). Apalagi nama-nama kedai yang di sekitar Tangerang Selatan, biasanya mudah diingat dan nama yang berhubungan dengan kopi,” ujar salah seorang founder Monkey Coffee Erwin Pradita.

“Tetapi salah satu dari kami yaitu Riky alias Kirun, tercetus ide memberikan nama Monkey Coffee dari sebuah film Indonesia yang menceritakan sekumpulan anak jalanan yang dipandang rendah oleh bosnya yang kemudian dinamakan para monyet. Nama Monkey Coffee ini sengaja diberikan karena sifat dasar monkey sendiri adalah senang berkumpul dengan monkey yang lain dan memiliki aktifitas yang cenderung tidak bisa diam,” lanjut Erwin.

Menurut Erwin, secara kebetulan tahun ini jatuh di tahun monyet. Para founder Monkey Coffee berharap kebetulan ini membawa berkah.

Founder monkey coffee sendiri semula Erwin Pradita dan Riky alias Kirun. Tapi di pertengahan masuklah Dede sebagai investor aktif. Mereka mengaku menanamkan etos kerja bahwa mereka adalah pekerja dan bukanlah seorang bos.

mc4

Duet Erwin dan Riky Yang Mengaku Bukan Barista

Menurut Riky berawal dari mereka para penikmat kopi yang ingin menikmati kopi gratis setiap malamnya sekaligus untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan dasar tentang bagaimana cara menikmati kopi yang baik dan menjadikan kopi yang baik.

Menurut Riky, filosopi kopi mereka adalah             kopi idealnya memiliki rasa pahit untuk diminum , dan monkey memiliki sifat yang sangat rakus dalam hal makan. Tetapi di dalam diri monkey sendiri ada kekosongan dan simpati tehadap golongan dan sekelilingnya

Di antara para founder Monkey Coffee sulit untuk mengetahui siapa di antara mereka yang sebenarnya barista.         “Untuk barista sendiri menurut kita adalah seorang yang memiliki kemampuan yang bersertifikat dan diakui oleh ahli kopi. Jadi untuk pertanyaan hal ini kita menjawab, kita bukanlah seorang barista,” tutur Riky.

Ya sudah kalau tidak mau disebut barista. Lalu apa sih sebenarnya menu andalan Monkey Coffee? “Menu andalan kami yaitu kopi kopi daerah yang kita angkat seperti jenis robusta Sidikalang, robusta Lampung, arabika Gayo, arabika Toraja dan menu khas kami arabika Garabay,” ujar Riky.

Semua jenis kopi mereka dapatkan langsung dari Hadi (masterpiece garabay) yang memiliki Kedai Graha Kopi. Sementara itu untuk penyajian mereka mengandalkan kopi tubruk (Indonesian style). Selain itu para pengelola Monkey Coffee mengaku konsisten dengan tidak menambahkan gula pada setiap kopi sesuai dengan moto logo mereka “ 0% (nol percent) Sugar , Original Taste”.

mc8

Pengunjung Disuguhi Kopi Tubruk Arabika Gayo

Wow, tubruk dan no sugar. Bagi saya peminum fanatik kopi yang punya riwayat gula darah, sepertinya layak dicoba nih. Ya sudah, kalau begitu para penikmat kopi dan coffee lovers, saya mau coba dulu menu dari Monkey Coffee. Review soal sajian mereka dan atmosfer yang ditawarkan. Nantikan di tulisan selanjutnya di rasakopi.com. (Ferry Putra Utama)

1 Comment

  1. Tirto Romadian Farih Stum

    October 11, 2016 at 8:31 pm

    Sukses terus buat monkey coffee nya bang

Leave a Reply

%d bloggers like this: